Implementasi dan Pembuatan Laporan AMDAL dan UKL-UPL

Tuntutan implementasi pengelolaan lingkungan semakin ketat dan menjadi semakin penting bagi kegiatan dan perusahaan yang wajib AMDAL/UKL-UPL. Hal ini terlihat dengan munculnya UU PPLH No 32 tahun 2009 yang mengatur mulai dari perencanaan lingkungan, implementasi dan pencegahan pencemaran hingga penegakan hukum. More »

PROPER

Keikutsertaan perusahaan dalam PROPER bersifat mandatory sehingga haruslah dikelola secara cermat dan profesional. Untuk mengelolanya secara efektif, diperlukan pemahaman yang baik atas persyaratan PROPER, pemahaman terhadap kriteria penilaian dan penyiapan dokumen PROPER. More »

Pengelolaan Air Limbah untuk Kompetensi MPPA

Pengolahan air limbah (IPAL/WWTP) merupakan salah satu unit yang amat vital bagi perusahaan. Output pengolahan limbah yang memenuhi baku mutu akan mencegah masalah hukum, menghindari keluhan dari masyarakat dan meningkatkan citra perusahaan. More »

Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup dan Cara Pemenuhannya

Undang-undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) adalah undang-undang yang komprehensif dan lebih ketat dari pada undang-undang 23 tahun 1997. UU 32 tahun 2009 tersebut mengatur secara sistematis mengenai pengelolaan lingkungan mulai dari perencanaan, instrumen pengendalian, hingga sanksi. More »

Pengolahan Limbah Cair Industri

Secara teknis dan operasional, unit pengolahan limbah cair merupakan sebuah sistem produksi yang mahal, kompleks dan rumit , kadang jauh lebih kompleks dari sistem produksi lain yang ada di perusahaan karena More »

PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan)

Penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan memerlukan indikator yang terukur. Hal inilah yang diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan tujuan meningkatkan peran perusahaan dalam More »

 

About Pelatihan Limbah B3

LimbahB3.com adalah blog dari PT. Benefita indonesia, dimana diharapkan dengan adanya LimbahB3.com ini diharapkan akan lebih mengenalkan PT. benefita kepada banyak orang, dan lebih membuat kita peduli akan lingkungan dan dampaknya terhadap kehidupan.

PT. Benefita Indonesia didirikan pada tahun 1998 dengan misi untuk membawa win-win solution antara bisnis dan lingkungan, yang pada gilirannya akan membuat keseimbangan antara keberlanjutan ekologi, ekonomi, dan sosial. Untuk melakukan itu, kami telah mengembangkan banyak alat manajemen lingkungan untuk memudahkan klien kami untuk mencapai kinerja lingkungan keunggulan mereka.

Amdal VS Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Protecting Nature_colour

Sama-sama kajian tentang lingkungan hidup. Apa Beda AMDAL dan KLHS? Sudah ada AMDAL mengapa masih perlu KLHS? Utk menjawab pertanyaan tsb: berikut penulis sampaikan Beda AMDAL & KLHS berdasarkan : output, karakter/sifat, dimensi waktu, dampak, sumber dan tipe data, kedalaman dan akurasi kajian dan fokus keduanya. Dalam Pasal 1 UU 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup memuat Pengertian Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah:
Rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

Tata Cara Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup Sesuai PP 101 Tahun 2014

limbah b3

Dalam Pasal 203 PP 101 tahun 2014 diatur tentang pemulihan fungsi lingkungan dilakukan dengan tahapan:

  1. Penghentian sumber pencemaran dan pembersihan zat Pencemar
    Penghentian sumber pencemaran dan pembersihan zat pencemar dilakukan dengan cara paling sedikit meliputi:

Tata Cara Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup berdasarkan PP 101 tahun 2014 Jumto Permen LH No.7/2014

limbah-b3

Klik disini untuk mendownload Permen LH No.7/2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup

PP 101 tahun 2014 ttg Pengelolaan Limbah B3 Pada Pasal 200, disebutkan bahwa tindakan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup dan/atau Kerusakan Lingkungan dilakukan dengan cara :