Arti Penting Neraca Limbah B3 Berdasarkan PP No. 101 Tahun 2014 dan Manfaatnya Bagi Penilaian PROPER

NERACA LIMBAH B3

Kegiatan industri menghasilkan limbah, dan dari limbah yang dihasilkan terdapat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Karena itu setiap perusahaan atau instansi diwajibkan memiliki neraca limbah B3.

Neraca Limbah B3 adalah data kuantitas limbah B3 dari usaha dan kegiatan yang menunjukkan kinerja pengelolaan limbah B3 pada satuan waktu penaatannya. Dalam program PROPER, neraca limbah B3 harus ada dalam masa penilaian. Karena di dalam penilaian PROPER neraca limbah B3 sangatlah penting. Dan apabila neraca limbah B3 tidak sesuai selama penilaian maka akan mengakibatkan perusahaan tersebut mendapat peringkat Merah atau bahkan peringkat Hitam

DOWNLOAD CONTOH NERACA LIMBAH B3

DOWNLOAD TATA CARA PENGISIAN NERACA LIMBAH B3

Formulir neraca limbah bahan berbahaya dan beracun (neraca limbah B3) merupakan kinerja pengelolaan limbah B3 dalam periode tertentu, dengan petunjuk pengisian sebagai berikut:

    1. Nama Perusahaan: diisi sesuai dengan nama resmi perusahaan
    2. Periode : diisi sesuai dengan periode penataan yang diambil dengan waktu pelaporan. Misalnya 1 Januari – 31 Maret yang dilaporkan pada awal bulan April pada tahun yang sama.
      • Jenis Limbah: diisi sesuai dengan jenis limbah B3 yang dihasilkan sebelum dilakukan perlakuan selama peroiode waktu tersebut di atas dan sisa limbah pada periode sebelumnya.Misalnya:Slude minyak, spent katalis, majum dan oli bekas
      • Jumlah (Ton): diisi sesuai dengan jumalh limbah yang dihasilkan selama periode waktu tersebut di atas dan sisa limbah pada periode sebelumnya. Misalnya: Sluge minyak = 700 ton, spent katalis 500 ton, majun 2 ton dan oli bekas 10 ton
    3. Jumlah Limbah B3: diisi dengan jumlah total dari semua jenis limbah yang dihasilkan selama periode waktu tersebut diatas.
      • Perlakuan: tipikal kegiatan pengelolaan limbah B3 yang meliputi antara lain penyimpanan, pemanfaatan, pengelolaan, penimbunan, penyerahan ke pihak III, ekspor dan perlakuan lainnya
      • Jumlah (Ton): diisi dengan jumlah limbah yang dilakukan perlakuan untuk setiap jenis limbah dalam waktu tersebut di atas
      • Jenis limbah yang dikelola: diisi sesui dengan jenis limbah B3 yang dilakukan perlakuan selama periode waktu tersebut diatas
      • Perizinan/notifikasi limbah B3: diisi dengan izin limbah B3 yang dimiliki sesui perlakuan terhadap limbah B3 yang diterapkan
      • Disimpan: diisi sesuai dengan kondisi limbah yang sedang disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dalam kurun waktu 90 hari kebelakang sejak neraca limbah ini disusun/ditandatangai. TPS dapat berupa bangunan gudang, pond, tangki dan lain lain sesuai dengan yang tercantum dalam izin TPS yang ada. Hal ini merupakan suatu pengelolaan limbah B3 yang masih sesuai dengan peraturan. Jika limbah yang disimpan tersebut lebih dari 2 (dua) jenis maka jumlah baris dalam formulir dapat ditambah sesuai dengan jenis limbah yang ada.
        Misalnya:
        Neraca limbah B3 ditandatangani tanggal 10 April 2015, maka catat semua jenis limbah beserta jumlahnya yang terdapat dalam Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dari periode 10 April 2015 sampai dengan tanggal 9 April 2015.
      • Dimanfaatkan: diisi dengan limbah yang dimanfaatkan dalam periode waktu tersebut di atas. Pemanfaatan limbah ini dapat lebih dari satu jenis limbah. Jika limbah yang dimanfaatkan tersebut lebih dari 2 (dua) jenis maka jumlah baris dalam kolom formulir dapat ditambah sesuai dengan jenis limbah yang dimanfaatkan misalnya 2 jenis limbah yang dimanfaatkan yaitu mengambil kembali minyak dari sludge minyak (oil recovery) sebanyak 200 Ton dan spent catalyst dimanfaatkan senbanyak 250 Ton.
      • Diolah: diisi sesuai dengan limbah yang diolah, dalam periode waktu tersebut di atas. Pengelolaan ini dapat berupa bioremediasi, incinerator dan lain lain. Jika limbah yang diolah tersebut lebih dari dua(2) jenis maka jumlah baris dalam formulir dapat ditambah sesui dengan jenis limbah yang diolah. Misalnya pembakaran majun dengan insinerator sebanyak 2 Ton
      • Di timbun: diisi sesuai dengan limbah yang ditimbun dalam periode waktu tersebut diatas.
      • Diserahkan ke pihak III: diisi sesui dengan limbah yang diserahkan ke pihak III dalam periode waktu tersebut di atas (Pengumpul dan/atau Pemanfaat, dan Pengelolaan Limbah B3 yang mempunyai izin resmi). Misalnya oli bekas sebanyak 10 ton dikirim ke Pengumpul X yang berizin resmi
      • Ekspor: diisi sesui dengan limbah yang diekspor dalam periode waktu tersebut di atas. Dalam ekspor ini harus disertai dengan notifikasi sesuai prosedur yang berlaku. Misalnya ekspor spent catalisyt sebanyak 250 ton
      • Perlakuan lainnya: diisi untuk jenis perlakuan limbah B3 di luar perlakuan yang ada dalam formulir Neraca Limbah B3, yang dilakukan dalam periode waktu tersebut di atas, misalnya limbah B3 di injeksi ke perut bumi dan mempunyai izi resmi untuk perlakuan tersebut
    4. Total: diisi sesuai dengan penjumlahan secara total jumlah limbah yang dilakukan perlakuan pada kolom JUMLAH (Ton)
    5. Residu: adalah jumlah limbah terbentuk dari proses perlakuan seperti abu insinerator, bottom ash dan/atau fly ash dari pemanfaatan slude minyak boiler, residu dari penyimpanan dan pengumpulan oli bekas dan lain lain yang belum dikolola. Sehingga jika misalnya limbah tertentu setelah dilakukan salah satu jenis perlakuan lalu menghasilkan sisa limbah, maka sisa libah tersebut diasukkan sebagai residu. Misalnya pembakaran majun sebanyak 2 Ton, lalu sisa abunya sebanyak 0,4 Ton, maka jumalh 0.4 Ton abu adalah termasuk residu. Juga untuk oil recovery dari sludge minyak dihasilkan residu sebanyak 100 Ton. Total residu 100.4 Ton tidak dilkukan pengelolaan lanjutan
    6. Jumlah limbah yang belum terkelola: Diisi untuk limbah yang:
      • Tidak ikut dalam perlakuan dalam arti kata lain jumlah limbah yang tidak dilakukan perlakuan apapun dan/atau
      • Disimpan telah melebihi batas waktu 90 hari dan/atau
      • Dikelola tanpa desertai izin atau dapat juga diisi dengan cara sebagai berikut: TOTAL A(+) – TOTAL B(-)= 1212 Ton – 762 Ton = 450 Ton
    7. Total jumlah limbah yang tersisa: Diisi dengan cara menjumlahkan antara JUMLAH LIMBAH YANG BELUM DIKELOLA dan JUMLAH RESIDU. Misalnya mengacu contoh di atas maka pengisian menjadi: 100,4 Ton + 450 Ton = 550,4 Ton
    8. Kinerja pengelolaan limbah B3 selama periode skala waktu penataan: Diisin dengan menggunakan rumus. Kinerja ini menunjukkan derajat ketaatan pengelolaan limbah B3 terhadap peraturan yang ada. Jika menunjukkan angka 100% maka seutuhnya taat terhadap peraturan yang ada yang berarti seluruh limbah yang ada dalam skala waktu penataan di atas dikelola dengan baik dan benar. Contoh: {[1212 - 550.4]/1212} x 100% = 54.6%
      catatan:
      Diisi dengan keterangna tambahan yang dianggap perlu, misalnya: Limbah dikirim ke pihak III kepada PT MAJU MAKMUR, majun dikelola dengan insinerator, sludge minyak yang disimpan adalah periode dari tanggal 23 Januari – 9 April 2015 dan lain lain.
    9. Pihak Perusahaan: Nama perorangan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan limbah B3 diperusahaan, dilengkapi dengan tanda-tangan dan cap perusahaan. Contoh: Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Salinan sesuai denga aslinya Kepala Biro Umum.

Catatan:

    1. Jumlah limbah yang dihasilkan selama periode penilaian dapat dilihat pada kolom paling kanan dengan formula akumulasi dari periode penilaian
    2. Jumlah limbah yang dimanfaatkan sendiri/diolah sendiri/ditimbun sendiri/diserahkan ke pihak ketiga berizin/tidak dikelola selama periode penilaian dapat dilihat pada kolom paling kanan dengan formula akumulasi dari periode penilaian
    3. Jumlah limbah yang disimpan di TPS selama periode penilaian dapat dilihat pada kolom paling kanan dengan formula KONDISI jumlah limbah yang berada di TPS pada bulan terakhir saja (BUKAN AKUMULASI)

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. BENEFITA INDONESIA PROVIDER TRAINING ENVIRONMENT TERBESAR & TERLENGKAP Se-INDONESIA (Since 1 April 1998)

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>