Audit Lingkungan II

audit

Prinsip audit lingkungan

  1. Dilakukan secara etis (Ethical Conduct)
    Fondasi dari profesionalisme

    • Kepercayaan (trust)
    • Integritas (integrity)
    • Kerahasiaan (confidentially)
    • Kebebasan untuk mengambil pertimbangan (discreation)

  2. Penyajian secara adil (Fair presentation)
    Kewajiban untuk melaporkan secara benar dan akurat

    • Temuan audit, kesimpulan audit harus mencerminkan apa yang dilakukan dalam kegiatan audit
    • Kendala/halangan, ketidaksesuaian pendapat antar tim audit, dan perselisihan antara auditor dan auditee harus dimasukkan dalam laporan.
  3. Tanggung jawab profesional (due professional care)
    Penerapan ketelitian, kehati-hatian dan pertimbangan dalam audit

    • Auditor melakukan tugas dengan teliti dan hati-hati karena kesadaran akan akan arti penting audit.
    • Untuk dapat melakukan pertimbangan dengan tepat maka seseorang auditor harus cukup kompeten.
  4. Tidak memihak (Independent)
    Tidak berprasangka dalam audit
    Mengambil kesimpulan audit secara obyektif

    • Auditor harus independent dan bebas dari kepentingan terhadap organisasi/departemen yang diauditnya.
    • Sepannjang kegiatan audit, auditor harus selalu menanamkam sifat obyektif sehingga hanya akan mengambil kesimpulan semata-mata berdasarkan bukt dan kriteria audit.
  5. Pendekatan berdasarka bukti (Evidence Based Approach)
    Audit secara sistematis

    • Handal (reliable)
    • Dapat diulangi (reproducible)
  6. Bukti audit harus dapat diverifikasi
  7. Bukti audit didasarkan pada sampel informasi yang tersedia

Tujuan audit lingkungan

  • Publikasi kinerja lingkungan
  • Pengembangan sistem pengelolan dan pemantauan lingkungan
  • Meningkatkan kinerja lingkungan suatu usaha atau kegiatan
  • Tujuan lainnya sebagaimana ditentukan oleh usaha atau kegiatan yang bersangkutan

Fungsi audit lingkungan

  • Upaya peningkatan penaatan terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan
  • Referensi dokumen berupa SOP tentang pemantauan, pelaporan dan keadaan darurat
  • Mencegah perusakan atau kecenderungan kerusakan lingkungan
  • Bukti keabsahan dokumen AMDAL, yang berguna dalam penyempurnaan proses AMDAL
  • Upaya manajemen sumber daya menuju berkelanjutan lingkungan

Ruang lingkup audit

  • Identifikasi rangkaian kegiatan, rona dan kerusakan lingkungan
  • Penggunaan sumber daya alam, proses bahan dasar, produk dan limbah termasuk limbah B3
  • Kajian resiko lingkungan
  • Efektifitas alat pengendalian pencemaran
  • Implementasi amdal melalui pelaksanaan RKL – RPL
  • Penggunaan energi, air dan sumberdaya alam lainnya
  • Program daur ulang, konsiderasi product life cycle
  • Peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dan kepedulian

Kriteria audit yang diwajibkan Menteri
Ketidakpatuhan terhadap:

  • Baku mutu lingkungan hidup
  • Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup
  • Persyartan yang diatur dalam peraturan perundang–undang
  • Kewajiban perusahaan menyusun dokumen lingkungan atau tidak mempunyai sistem pengelolaan lingkungan.

Prinsip-prinsip audit

  • Pelaksanaan secara etis
  • Penyajian secara adil
  • Kehati-hatian profesianal
  • Tidak memihak
  • Pendekatan berdasarkan bukti

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini
Kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>