Category Archives: Pengelolaan Limbah B3

Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Sebagai Upaya Mendukung Perkebunan Berkelanjutan

LBHKN
Pengendalian pencemaran di Indonesia sampai saat ini masih mengalami banyak kendala.  Sebagian dari penghasil bahan pencemar baik industri maupun lainnya masih belum melakukan pengolahan terhadap limbah, karena adanya berbagai kendala antara lain kurangnya kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan, kurangnya informasi teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang efektif dan efisien dan kurangnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi pengolahan limbah.

Kewajiban Pemanfaat, Pengolah dan Penimbun Limbah B3

limbah-b3
  1. Pemanfaat limbah B3
    • Pemanfaat harus berbentuk badan usaha dan memiliki AMDAL
    • Memiliki rekomendasi dari KLH dan izin dari departemen perindustrian.

Kewajiban Penghasil, Pengumpul, dan Pengangkut Limbah B3

limbah b3
  1. Penghasil limbah B3
    • Wajib melakukan reduksi, mengolah dan/atau menimbun limbah B3. Jika tidak bisa, dapat diserahkan ke pihak ketiga yang berizin.
    • Menyimpan limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg/hari. Tempat penyimpanan mengikuti ketentuan teknis.
    • Memberi simbol  dan label disetiap kemasan dan simbol tempat penyimpanan.
    • Memilikai sistem tanggap darurat.
    • Pelaporan minimal 6 bulan sekali kepada KLH, atau berdasarkan surat izin penyimpanan.