Kompetensi dan Tanggungjawab MPPA (Manajer Pengendalian Pencemaran Air)

air

Seorang Manajer Pengendalian Pencemaran Air (MPPA) merupakan salah satu anggota dari Organisasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan (OPPL) yang wajib dibentuk di dalam suatu industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran air secara signifikan.

Keberadaaan OPPL di suatu industri bertujuan untuk :

  • Mendrong industri untuk memiliki sistem dan mekanisme pengendalian pencemaran lingkungan yang tepat.
  • Mendorong indutri untuk memiliki personil-personil yang tepat dan kompeten untuk mengendalikan potensi pencemaran lingkungannya.
  • Meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan dari industri bersangkutan.

Industri yang Wajib OPPL Pencemaran Air
Jenis industri yang dinyatakan wajib memiliki OPPL untuk pengendalian pencemaran air adalah industri-industri yang disebutkan secara khusus dalam keputusan gubernur Jawa Barat No. 5 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri di Jawa Barat, Pasal 2 ayat 2, jenis industri tersebut adalah :

  • Industri soda kostik
  • Industri pelapisan logam
  • Industri penyamakan kulit
  • Industri minyak sawit
  • Industri pulp dan kertas
  • Industri karet
  • Industri gula
  • Industri tapioka
  • Industri tekstil
  • Industri pupuk urea/nitrogen
  • Industri ethanol
  • Industri mono sodium glumate (MSG)
  • Industri kayu lapis
  • Industri susu,
  • Industri produk minuman dan makanan yang terbuat dari susu
  • Industri sabun, deterjen dan produk-produk minyak nabati
  • Industri bir
  • Industri baterai sel kering
  • Industri cat
  • Industri farmasi
  • Industri pestisida

Saat ini pengecualian masih diberikan kepada industri-industri yang megeluarkan debit air limbahnya lebih kecil dari 400m3/hari (Sebagaimana tercantum dalam surat izin pembuangan limbahcair). Kewajiban OPPL masih akan terus disempurnakan sesuai masukan dari pihak industri dan pihak-pihak berkepentingan lainnya.

Dalam suatu OPPL, seorang MPPA akan bekerjasama dengan :

  1. Penanggungjawab Utama
    yaitu personil yang bertanggungjawab terhadap terhadap kinerja dan efektifitas keseluruhan dari upaya pengendalian pencemaran. Seorang penanggungjawab utama harus merupakan personil yang mengepalai seluruh kegiatan produksi di suatu fasilitas industri dan memiliki kewenangan untuk menghentikan kegiatan produksi.
  2. Pelaksana Operasi Fasilitas Penanganan Limbah
    seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perangkat pengendali emisi, insinerator dan sebagainya.

Seorang MPPA adalah :

  • Untuk mengkoordinasi berbagai upaya pengendalian potensi pencemaran air yang diakibatkan oleh industrinya.
  • Bertanggungjawab terhadap kinerja teknis dari upaya pengendalian pencemaran air di industri tempatnya bertugas.
  • Bukan penanggungjawab utama saat terjasu kasus pencemaran air yang disebabkan industrinya.
  • Didampingi oleh Manajer Pengengendalian Pencemara Udara, Manajer Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
  • Posisi MPPA mungkin saja dijabat oleh seseorang yang memiliki tugas dan tanggungjawab lain di industri tempatnya bekerja.
  • MPPA mungkin saja merupakan suatu jabatan rangkap.

Kewajiban Sertifikasi
Seorang MPPA harus memiliki Sertifikat MPPA yang dikeluarkan oleh lembaga pelaksana sertifikasi yang diakui oleh pemerintah dalam hal ini adalah Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).Salah satu lembaga pelaksana sertifikasi MPPA yang diakui KLH adalah Badan Sertifikasi Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Dan Teknik Lingkungan Indonesia (BS IATPI). Sesuai ketentuan dari peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 3/2009 ada beberapa prasyarat sebelum seseorang dapat langsung mengikuti ujian sertifikasi MPPA yaitu:

Pendidikan
Pengalaman Kerja

SMA Sederajat
>5 tahun

D3 eksakta
>2 tahun

S1
1 tahun

Pengalaman kerja yang dimaksudkan adalah yang terkait dengan kegiatan bagian pengendalian pencemaran air.

Proses sertifikasi MPPA terdiri dari:

  1. Ujian sertifikasi.
    Individu yang memenuhi syarat mengikuti ujian MPPA. Individu yang lulus ujian MPPA akan mendapatkan tanda kelulusan ujian.
  2. Perolehan Sertifikat Kompetensi.
    Individu yang sudah memiliki ijasah kelulusan dan memang bertugas sesuai lingkup kerja MPPA dapat menperoleh sertifikat MPPA.

Pemegang sertifikat kompetensi MPPA wajib:

  • Menjalankan tugas sesuai kompetensinya
  • Mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kompetensi.

Keduanya diperlukan untuk mendasari IATPI memperpanjang sertifikat yang bersangkutan setiap 5 tahun. Sertifikat merupakan suatu tanda bukti bahwa seseorang telah memenuhi persyaratan dasar dan bakuan kompetensi yang ditetapkan lembaga pelaksana sertifikasi. Perolehan sertifikasi harus ditempuh melalui ujian tertulis yang diselenggarakan lembaga tersebut. Terkecuali para manajer pengendalian pencemaran lingkungan, personil lain di dalam suatu OPPL tidak membutuhkan sertifikasi khusus.

Pengawasan MPPA
Kinerja MPPA dan penataan industri terhadap kewajiban OPPL diawasi oleh BPLHD. Kewenangan BPLHD dalam pengawasan MPPA antara lain:

  • Memberikan teguran kepada personil MPPA, baik secara lisan maupun tulisan
  • Meminta industri mengganti seorang MPPA dengan personil lain yang juga sudah memiliki sertifikat MPPA.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>