LALAI Mengelola Lingkungan Tanggal 22 Maret 2016 KLHK Mencabut Izin Sementara 3 Perusahaan (PT. ECI, PT CEM, PT PLKK) di Kalimantan

1936376_10209312104705272_2149993784070701956_n

Selasa tanggal 22 Maret 2016, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali melakukan penyegelan terhadap terhadap tiga perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur. Tambang yang disegel yaitu, PT. Energi Cahaya Industritama (ECI), PT Cahaya Energi Mandiri (CEM) di Samarinda dan PT. Pengelola Limbah Kutai Kartanegara (PLKK) di Kecamatan Samboja, Kukar.

Bagi perusahaan tambang, KLHK memberi waktu 120 hari untuk berbenah. Sementara perusahaan limbah, diberi batas waktu 90 hari. Apabila lewat dari waktu yang ditentukan, berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka perusahaan terancam hukuman pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administratif KLHK, Rosa Vivien Ratnawati kepada Kaltim Post di lokasi penyegelan di Samboja dan Samarinda, kemarin (22/3).

Aktifitas penambangan di PT CEM membuat KLHK geleng-geleng kepala. Pasalnya, ada 17 kolam tambang yang belum direklamasi. “Ini masalah lingkungan. Harusnya ketika selesai menggali, kolamnya ditimbun,” tuturnya. Akibatnya, kolam tambang di lahan konsesi ini merenggut nyawa beberapa waktu lalu. Di perusahaan ini, KLHK menutup satu kolam sebagai warning. Yaitu kolam M-30 seluas 2,1 hektare. Kepala Teknik Tambang PT CEM, Eka, menyebutkan kolam masih memiliki cadangan batu bara 10 ribu ton. Namun, untuk sementara rencana penambangan harus ditangguhkan menunggu restu KLHK.

Vivien mengatakan, di lahan PT ECI beberapa waktu lalu juga ada bocah tenggelam di kolam bekas tambang. Namun, ketika dicek ke lokasi, akhirnya lubang tambangnya sudah direklamasi. “Tapi, dalam hal pelaksanaan pengawasan, kami menemukan lubang tambang yang belum direklamasi,” ucapnya. Dalam kurun 120 hari, KLHK meminta agar kolam tambang milik PT ECI direklamasi. “Mereka tidak boleh melakukan penambangan di area ini,” tegasnya. Namun demikian, pihaknya membuka ruang komunikasi kepada PT ECI. Ruang komunikasi yang dimaksud adalah, apabila perusahaan telah memiliki rencana reklamasi dengan jangka waktu yang jelas, maka perusahaan diminta melaporkannya ke KLHK dalam bentuk surat.

Lubang tambang bekas aktivitas tambang batu bara di Kaltim.

Lubang tambang bekas aktivitas tambang batu bara di Kaltim

PT PLKK, yang beroperasi sejak tahun 1990-an tersebut dinyatakan tak optimal dalam mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah dibuang tak sesuai standar sehingga mencemarai lingkungan mengancam kesehatan. Tempat penyimpanan sementara B3-nya juga tidak optimal. PT Pengelola Limbah Kutai Kartanegara merupakan perusahaan pengolahan limbah, serta insenatornya juga tidak bagus untuk mengelola limbah. Karena itu, KLHK memutuskan menghentikan sementara kegiatan perusahaan selama 90 hari dengan memasang papan pengumuman. Dalam kurung waktu tersebut, perusahaan diminta melakukan perbaikan pengolahan limbah B3 dan melaporkannya kepada KLHK untuk ditelaah apakah sesuai atau tidak.

Penjatuhan saksi administratif yang dilakukan KLHK kemarin disebut Vivien baru permulaan untuk menertibkan perusahaan tambang batu bara. Khususnya di Kaltim yang telah mengakibatkan 13 orang meninggal dunia di kolam bekas tambang. Dia menyebut, pemerintah pusat menerima sedikitnya 11 laporan perusahaan tambang nakal di Kaltim. Tujuh perusahaan di antaranya, sudah selesai karena izinnya sudah selesai. “Kalau izin sudah selesai, sanksi administratif tak mungkin dilakukan. Karena itu kami proses pidana. Pemegang izinnya masuk daftar pencarian orang (DPO),” ujarnya.

Berikut adalah data 17 korban jiwa yang berhasil kami rangkum selama kurun waktu enam tahun, 2011-2016 dari 23 korban jiwa akibat tenggelam di lubang atau kolam bekas tambang batu bara di tiga daerah yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lokasi Lubang Tambang PT BEE, tempat tenggelamnya dua orang anak di Kukar

Lokasi Lubang Tambang PT BEE, upaya penyelamatan tenggelamnya dua orang anak di Kukar

Tanggal Lokasi Jumlah Korban Nama
Rabu 23 Maret 2016 Kolam Bekas Tambang Milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE), Desa Bukit Raya RT 19, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar 2 Orang Diki Aditya Pratama (15 Tahun) Dan Noval Fajar Slamat Riyadi (15 Tahun), Pelajar SMKN 2 Samarinda
12 Februari 2016 Bekas Tambang PT Bara Energi Kaltim (BEK), Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara 1 Orang Iwan (20 Tahun), Warga Penajam
29 Desember 2015 Milik KSU Wijaya Kusuma Di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kukar. 1 Orang Ratna Dewi Pratiwi (9 Tahun)
16 Desember 2015 Kolam Bekas Tambang Batu Bara Milik PT MHU
Tenggarong, Kutai Kartanegara.
1 Orang Pelajar SMK Di Tenggarong- Kukar, Muliadi (15)
8 Desember 2015 Kolam CV Atap Tri Utama, Bantuas, Palaran, Samarinda 1 Orang Koko Handoko (16)
18 November 2015 PT Transisi Energi Satunama, Lok Bahu, Samarinda 1 Orang Aprilia Wulandari (12)
24 Agustus 2015 Bagian Konsesi Tambang PT Lana Harita Indonesia Samarinda 1 Orang Muhammad Yusuf Subhan (11)
5 Agustus 2015 Lubang Tambang PT Trias Patriot Sejahtera, Kukar 1 Orang Sanofa M Rian (14)
23 Mei 2015 PT Cahaya Energi Mandiri Di Kelurahan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur. 1 Orang Ardi Bin Hasyim (13)
22 Desember 2014 Lubang Tambang PT Graha Benua Etam, Sempaja, Samarinda 1 Orang M Raihan Saputra (10)
8 April 2014 Di Lubang Tambang PT Energi Cahaya Industritama, Di Kelurahan Rawa Makmur, Palaran, Samarinda. 1 Orang Nadia Zaskia Putri (10), Pelajar Kelas IV SD
25 Desember 2012 Di Lubang Tambang PT Insani Bara Perkasa Samarinda 1 Orang Maulana Hendra (11)
25 Desember 2012 Di Lubang Tambang PT Insani Bara Perkasa Samarinda 1 Orang Maulana Hendra (11)
24 Desember 2011 Lubang PT Panca Prima Mining/PD PAU Samarinda 2 Orang Dede Rahmad (6) Dan Emaliya Raya Dinata (6)
13 Juli 2011 Lubang Tambang Milik PT Hymco Coal 3 Orang Miftahul Jannah (10), Junaidi (13), Ramadhani (11)

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. BENEFITA INDONESIA PROVIDER TRAINING ENVIRONMENT TERBESAR & TERLENGKAP Se-INDONESIA (Since 1 April 1998)

Artikel Terkait:

sumber: kaltim.prokal.co, kaltim.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>