Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 Menurut PP No 33 Tahun 2009

limbah-b3

Limbah bahan berbahaya dan beracun, atau limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.

Lahan adalah suatu wilayah daratan yang ciri-cirinya merangkum semua tanda pengenal biosfir, atmosfir, tanah, geologi, timbulan (relief), hidrologi, populasi tumbuhan, dan hewan, serta hasil kegiatan manusia masa lalu dan masa kini, yang bersifat mantaf atau mendaur. Lahan terkontaminasi adalah lahan yang terkena limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pemulihan adalah serangkaian kegiatan penanganan lahan terkontaminasi yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemantauan. Tingkat keberhasilan pemulihan adalah target sasaran yang dicapai dalam penanganan lahan terkontaminasi limbah B3. Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi yang selanjutnya disingkat SSPLT adalah surat yang berisi pernyataan telah selesai penanganan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 yang diterbitkan oleh Menteri. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 terdiri atas kegiatan:

  • Perencanaan
    1. rencana pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3;
    2. rencana pengolahan tanah terkontaminasi limbah B3.
  • Pelaksanaan
    1. survei lahan terkotaminasi limbah B3
    2. penetapan lokasi titik sampling lahan terkotaminasi limbah B3
    3. kegiatan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3
  • Evaluasi

    Lahan terkontaminasi dinyatakan bersih dari limbah B3, setelah dilaksanakan evaluasi tingkat keberhasilan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3.

  • Pemantauan

    Penanggungjawab kegiatan pemulihan wajib melaporkan hasil pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 kepada Menteri dengan tembusan gubernur dan bupati/walikota.

Penanggungjawab kegiatan pemulihan wajib melaporkan hasil pelaksanaan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 kepada Menteri dengan tembusan gubernur dan bupati/walikota. Setiap penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang telah mendapatkan SSPLT wajib melakukan pemantauan terhadap lahan terkontaminasi paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan selama 1 (satu) tahun. Pengolahan tanah terkontaminasi limbah B3 diperlakukan sama dengan pengelolaan limbah B3.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>