Peraturan dan Persyaratan Pembentukan P2K3L

p2k3

Syarat Pembentukan P2K3L

  • Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu, pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3L.

    1. Tempat kerja dengan karyawan 100 orang atau lebih.
    2. Tempat kerja dengan karyawan kurang dari 100 orang dengan tingkat bahaya yang tinggi.
    3. Kelompok tempat kerja yang mempekerjakan kurang dari 100 orang untuk anggota kelompok.
  • P2K3L dibentuk oleh pengusaha atau pengurus dan disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang ditunjuknya.

Syarat Keanggotaan P2K3L

  • Keanggotaan P2K3L terdiri dari unsur pengusaha dan tenaga kerja yang susunannya terdiri atas ketua, sekretaris dan anggota.
    Sekretaris P2K3L ialah ahli K3L atau petugas keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Ketua P2K3L ialah pimpinan perusahaan atau salah satu pimpinan perusahaan yang ditunjuk (untuk kelompok perusahaan).
  • Jumlah dan susunan P2K3L adalah sebagai berikut:
    1. Perusahaan dengan tenaga kerja 100 orang atau lebih, jumlah anggota 12 orang yang tersiri dari 6 orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan san 6 orang mewakili tenaga kerja.
    2. Perusahaan dengan tenaga kerja 50 s/d100 orang, jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 orang yang terdiri dari 3 orang mewakili perusahaan dan 3 orang mewakili tenaga kerja.
    3. Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja kurang dari 50 orang, dengan tingkat resiko bahaya sangat tinggi jumlah anggota sesuain dengan poit. B
      (3 orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan dan 3 orang mewakili tenaga kerja).
    4. Kelompok perusahaan yang mempunyai tenaga kerja kurang dari 50 orang untuk anggota kelompok, jumlah anggota sesuai dengan point. B
      (3 orang mewakili pengusaha/pimpinan perusahaan dan 3 orang mewakili tenaga kerja).

Langkah Pembentukan P2K3L

  • Tahapan persiapan
    Perusahaan

    1. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
      Pengusaha terlebuh dahulu menjalankan kebijakan K3L secara umum dalam rangka pembentukan P2K3L antara lain:

      • K3L adalah merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan dalam kelancaran produksi.
      • Pimpinan bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan usaha K3L.
      • Semua karyawan tidak terkecuali harus memahami dan aktif dalam kegiatan K3L.
      • Dilakukan pembinaan terus menerus tentang K3L.
      • Pengawasan atas terlaksananya semua ketentuan K3L
      • Penyediaan anggaran.
      • P2K3L sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan K3L.
    2. Kebijaksanaan tentang K3L harus dituangkan secara tertulis, dengan alasan :
      • Agar lebih memudahkan penegakan pelaksanaan.
      • Mempermudah para pengawas melaksanakan.
      • Mempermudah para pekerja mengikuti peraturan K3L dan instruksinya.
      • Untuk mempermudah perawatan peralatan yang baik.
    3. Inventarisasi calon anggota.
      • Pimpinan menyusun daftar calon anggota P2K3L.
      • Calon anggota P2K3L dikumpulkan dan diberi pengarahan tentang kebijakan pimpinan tentang K3L.
    4. Konsultasi ke Disnakertrans setempat.
      Hal ini dilakukan untuk mendapat petunjuk teknis yang diperlukan berkaitan dengan proses pembentukan P2K3L

    Pemerintah

    • Inventarisasi perusahaan Disnakertrans setempat menginventarisasi perusahaan yang menurut ketentuan wajib membentuk P2K3L.
    • Pengarahan kepada perusahaan :
      1. Diberikan penjelasan tentang latar belakang dibentuknya P2K3L.
      2. Pemberitahuan/penjelasan dapat dilakukan melalui surat maupun melalui Pengawas Ketenagakerjaan.
      3. Hal ini dapat dilakukan melalui pembekalan secara serentak terhadap beberapa perusahaan.

Pelaksanaan P2K3L

Perusahaan

      • Membentuk P2K3L
      • Melaporkan ke Disnakertrans sekaligus mengajukan permohonan pengesahan secara tertulis.

Pemerintah

    • Menerbitkan Keputusan Pengesahan P2K3L
    • Pelantikan/pengukuhan

Struktur Organisasi P2K3L

  1. Bentuk organisasi dan kepengurusan
    • Ketua dijabat oleh salah seorang pimpinan perusahaan yang mempunyai kewenangan dalam menetapkan kebijaksanaan.
    • Sekretaris dapat dijabat oleh ahli K3L/petugas K3L atau calon yang dipersiapkan menjadi petugas K3L.
    • Para anggota terdiri dari wakil unit-unit kerja yang telah memahami permasalahan K3L.
  2. Tugas-tugas kepengurusan P2K3L
    Tugas-tugas Ketua, Wakil ketua, Sekretaris dan anggota harus diuraikan secara jelas dalam pembagian tugas.

(Disadur dari tulisan Bapak Herry Prakoso)

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>