PERMEN LHK NOMOR : P.55/Menlhk-Setjen/2015 tentang: “TATA CARA UJI KARAKTERISTIK LIMBAH B3″

PERMEN LHK  TATA CARA UJI KARAKTERISTIK LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN-page-001

PERMEN LHK no: 55 Tahun 2015 ini bertujuan untuk mengatur tata cara uji karakterisktik Limbah B3. Uji karakteristik Limbah B3 dilakukan dengan 2 tahapan, dimana:

  • Pengambilan contoh uji
  • Uji karakteristik

Untuk lebih jelasnya silahkan download PERMEN LHK NOMOR : P.55/Menlhk-Setjen/2015 tentang: TATA CARA UJI KARAKTERISTIK LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

Pengambilan contoh uji dilakukan dengan 2 tahapan, dimana:

    1. Standar Nasional Indonesia Nomor: SNI 6989.59:2008, Air dan air Limbah – Bagian 59: Metoda Pengambilan Contoh Air Limbah, untuk pengambilan contoh uji Limbah B3 cair
    2. Resource Conservation and Recovery Act (RCRA) Waste Sampling Draft Technical Guidance – Planning, Implementation, and Assesment (EPA 530-D-02-002, August 2002) Office of Solid Waste, United States – Environmental Protection Agency (US-EPA), untuk pengambilan contoh uji Limbah B3 padat.

Dalam PERMEN LHK No: 55 Tahun 2015 ini terdapat 6 lampiran, yaitu:

    1. Lampiran I : PERMEN LHK No: 55 Tahun 2015 tentang METODE UJI KARAKTERISTIK BERACUN MELALUI  UJI TOKSIKOLOGI SUB-KRONIS
    2. Lampiran II: PERMEN LHK No: 55 Tahun 2015 tentang FORMAT LAPORAN HASIL UJI KARAKTERISTIK LIMBAH B3
    3. Lampiran III: PERMEN LHK No 55 Tahun 2015 Tentang PARAMETER UJI KARAKTERISTIK  LIMBAH B3
    4. Lampiran IV: PERMEN LHK No 55 Tentang BAKU MUTU KARAKTERISTIK BERACUN MELALUI PROSEDUR PELINDIAN (TOXICITY CHARACTERISTIC LEACHING PROCEDURE, TCLP) UNTUK PENETAPAN KATEGORI LIMBAH B3 DAN LIMBAH NON B3
    5. Lampiran V: PERMEN LHK No 55 Tahun 2015 tentang BENTUK SURAT PERMOHONAN DAN FORMAT KERANGKA ACUAN UNTUK PENGECUALIAN LIMBAH B3 DARI 
PENGELOLAAN LIMBAH B3
    6. Lampiran VI: BENTUK SURAT PENGAJUAN DAN FORMAT LAPORAN HASIL UJI KARAKTERISTIK UNTUK PENGECUALIAN LIMBAH BAHAN B3 DARI PENGELOLAAN LIMBAH B3

Untuk uji karakteristik dilakukan dengan beberapa tahapan secara berurutan yang meliputi uji:

    1. Mudah meledak dilakukan dengan metode uji Methods of Evaluating Explosive Reactivity of Explosive-Contaminated Solid Waste Substances-Report of Investigations 9217, Bureau of Mines, United States Department of The Interior.
    2. Mudah menyala dilakukan dengan metode uji:
      • Standar Nasional Indonesia Nomor: SNI 7184.3:2011. Karakteristik Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) – Bagian 3: Cara Uji Titik Nyala Dalam Limbah Cair dan Semi Padat
      • Metode 1030 – United States Environmental Protection Agency (US-EPA): Ignitability Of Solids.
    3. Reaktif dilakukan dengan metode uji:
      • Metode 1040 – United States Environmental Protection Agency (US-EPA): Test Method For Oxidizing Solids
      • Metode 1050 – United States Environmental Protection Agency (US-EPA): Test Methods To Determine Substances Likely To Spontaneously Combust.
    4. Infeksius ilakukan dengan metode Standard Methods for Examination of Water and Wastewater – American Public Health Association – American Water Works Association (APHA-AWWA):
      • 9260, untuk bakteria
      • 9510, untuk virus enterik
      • 9610, untuk fungi
      • yang hasil ujinya dibandingkan dengan daftar mikroorganisme penyebab infeksi yang diterbitkan oleh instansi yang bertanggungjawab di bidang kesehatan.

    5. Korosif dilakukan dengan metode uji:
        1. Metode:
          • tandar Nasional Indonesia Nomor: SNI 06-6989.11:2004. Air dan Air Limbah – Bagian 11: Cara Uji Derajat Keasaman (pH) dengan Menggunakan Alat pH meter, untuk Limbah B3 cair
          • 9045D – United States Environmental Protection Agency (US-EPA): Soil and Waste pH, untuk Limbah B3 padat
        2. metode 404: Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Acute Dermal Irritation/Corrosion, untuk Limbah B3 cair dan Limbah B3 padat.
    6. Beracun melalui TCLP dilakukan dengan metode uji 1311– United States Environmental Protection Agency (US-EPA): Toxicity Characteristic Leaching Procedure.
    7. Beracun melalui uji toksikologi LD50 dilakukan dengan metode uji Metode 425: Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Guideline For Testing Of Chemicals, Acute Oral Toxicity – Up-and-Down Procedure.
    8. Beracun melalui uji toksikologi sub-kronis dilakukan dengan metode uji sebagaimana tercantum dalam Lampiran I

Terhadap Limbah yang terindikasi memiliki karakteristik Limbah B3 Menteri menugaskan bahwa pejabat eselon I yang bertanggung jawab di bidang Pengelolaan Limbah B3 untuk melakukan uji karakteristik Limbah B3.

Laporan hasil uji Limbah B3 paling sedikit memuat tentang:

  • Penjelasan mengenai metode pengambilan contoh uji dan metode uji karakteristik
  • Hasil uji karakteristik Limbah B3
  • Dokumentasi pengambilan contoh uji dan pelaksanaan uji
  • Salinan sertifikat hasil uji karakteristik Limbah B3 yang diterbitkan oleh laboratorium uji

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. BENEFITA INDONESIA PROVIDER TRAINING ENVIRONMENT TERBESAR & TERLENGKAP Se-INDONESIA (Since 1 April 1998)

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>