Standar Kompetensi MPPA (Manajer Pengendalian Pencemaran Air) oleh IATPI – I

mppa2

Standar kompetensi MPPA didefinisikan sebagai standar untuk menilai tata keseimbangan yang menyeluruh dari kecendekiaan, pengetahuan, keterampilan, kearifan, pengalaman dan tatalaku dari seorang MPPA. Standar tersebut disusuri oleh IATPI dengan mempertimbangkan ketentuan format Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN) sebagaimana diatur pemerintah Republik Indonesia. Standar kompetensi kerja MPPA ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.3/2009.

Suatu standar kompetensi terdiri dari beberapa unit kompetensi yang masing-masingnya akan diuraikan lagi ke dalam beberapa Elemen Kompetensi (EK). Tiap EK menyatakan berbagai tugas yang harus mampu dikerjakan oleh seseorang MPPA. Mampu tidaknya seorang MPPA memenuhi suatu EK akan dinilai berdasarkan acuan yang disebutkan di tiap Kriteria Unjuk Kinerja (KUK) terkait.

Standar kompetensi MPPA tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam :

  1. Menyeleksi (recruitment) pekerja yang akan ditugaskan sebagai seorang MPPA.
  2. Menyusun program pelatiahan untuk menciptakan atau meningkatkan kapasitas seorang MPPA.
  3. Manyusun Materi Uji Kompetensi bagi personil calon MPPA dalam proses sertifikasi kompetensi kerja.
  4. Menilai kinerja seorang MPPA.

Standar kompetensi dari seorang MPPA terdiri dari 5 Unit Kompetensi yaitu:

  1. Evaluasi Karakteristik Limbah Cair
    Berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang MPPA untuk memaknai hasil analisa kuantitatif dan kualitatif dari air limbah yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan industri. Walau demikian seorang MPPA tidak diharuskan untuk mampumelakukan analisa tersebut.

    I. Penentuan Metoda Analisa

    • Mampu menentukan jenis-jenis parameter karakteristik limbah cair yang perlu dianalisa.
    • Mampu menentukan metoda analisis yang tepat untuk tiap parameter karakteristik limbah cair.
    • Mampu menguraikan prinsip metoda analisa limbah cair.
    • Mampu membuat perintah penugasan yang akan mengarahkan pelaksanaan analisa karakteristik limbah cair.

    II. Pengambilan dan Penanganan Contoh Uji

    • Mampu menentukan trategi pengambilan contoh uji sesuai dengan prosedur standar.
    • Mampu mengarahkan pelaksanaan pengawetan dan penyimpanan contoh uji.

    III. Intepretasi Hasil Analisa

    • Mampu mengolah data hasil analisa sesuai kepentingan pemanfaatannya.
    • Mampu menjelaskan makna dari hasil analisa terhadap aspek pemenuhan peraturan limbah cair terkait.
    • Mampu menjelaskan makna dari hasil analisa terhadap kinerja teknis IPAL.
    • Mampu menjelaskan makna dari hasil analisa terhadap kandungan limbah bahan berbahaya dan beracun.

     

  2. Penilaian Potensi Pencemaran Air
    Berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang MPPA untuk menilai potensi pencemaran lingkungan perairan yang dapat disebabkan oleh air limbah dari industrinya. Termasuk didalamnya antara lain :
  3.  
    1. Perkiraan dampak dari limbah cair tersebut terhadap lingkungan perairan dan masyarakat di sekitar lokasi industri.
    2. Menentukan berbagai tindakan tanggap darurat di saat terjadi pencemaran air yang ditimbulkan limbah cair industrinya.

    I. Perkiraan Karakteristik Timbulan Limbah Cair

    • Mampu mengidentifikasi proses kegiatan yang berpotensi menghasilkan limbah cair.
    • Mampu menilai pengaruh dari jenis peralatan bahan dan tatacara (prosedur) kerja yang digunakan terhadap karakteristik limbah cair.
    • Mampu memilih parameter karakteristik limbah cair yang dibutuhkan untuk menilai potensi pencemaran limbah cair.
    • Mampu memperkirakan debit dan kualitas limbah cair dalam berbagai kondisi operasi.

    II. Perkiraan Tingkat Pencemaran yang Dialami Lingkungan Perairan

    • Mampu memperkirakan jenis dan besarnya dampak lingkungan dari pencemaran yang dapat ditimbulkan oleh limbah cairnya.
    • Mampu memperkirakan wilayah yang dapat tercemar oleh limbah cairnya.

    III. Perumusan Tindakan Pengendalian Pencemaran Air

    • Mampu mengidentfikasi kebutuhan upaya pengendalian pencemaran air.
    • Mampu memperkirakan pengaruh dari upaya pengendalian limbah cair terhadap karakteristik limbah cair.
    • Mampu menyusun rencana pemantauan kualitas lingkungan perairan.
    Selanjutnya

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>