Standar Kompetensi MPPA (Manajer Pengendalian Pencemaran Air) oleh IATPI – II

mppa2

3. Minimisasi Limbah Cair
Berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang MPPA untuk mengidentifikasi peluang minimisasi air limbah berikut perencanaan dan mengevaluasi penerapan upaya-upaya minimisasi air limbah

I. Identifikasi peluang minimisasi limbah cair

  • Mampu mengenali kekurangan dan ketidakteraturan aspek </>housekeeping dari proses produksi.
  • Mampu mengenali pemborosan penggunaan bahan kimia dan energi.
  • Mampu menyusun rekomendasi perbaikan proses produksi untuk kepentingan minimisasi limbah cair.

II. Penyusunan rencana upaya minimisasi limbah cair

  • Mampu menentukan indikator efektifitas minimisasi limbah cair.
  • Mampu menyusun rencana program minimisasi limbah cair.

III. Pelaksanaan upaya minimisasi limbah cair

  • Mampu melakukan koorsinasi dengan pihak lain yang akan terlibat dalam pelaksanaan upaya minimisasi limbah cair.
  • Mampu mengawasi dan memantau pelaksanaan upaya minimisasi limbah cair.
  • Mampu melakukan evaluasi keberhasilan dari program minimisasi limbah cair.

4. Pengendalian Operasi IPAL
Berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang MPPA untuk menyusun rencana pengoperasian, mengarahkan pelaksanaan operasi dan mengevaluasi kondisi dan kinerja IPAL yang dioperasikannya. Walau tidak mengepalai operasi IPAL secara langsung, seorang MPPA diharapkan memiliki kompetensi yang memungkinkannya untuk bekerjasama dengan personil penanggungjawab operasi IPAL.

I. Evaluasi kondisi dan kinerja IPAL

  • Mampu melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap kondisi IPAL.
  • Mampu menilai kinerja teknisi IPAL.
  • Mampu menilai efisiensi biaya operasi IPAL.
  • Mampu menyusun rekomendasi upaya peningkatan kinerja IPAL.

II. Penyusunan rencana pengoperasian IPAL

  • Mampu memperkirakan besaran beban operasi IPAL.
  • Mampu menentukan strategi operasi IPAL.
  • Mampu menyusun rencana pemantauan operasi.
  • Mampu menentukan jenis dan benyaknya alat kerja, bahan energi dan petugas yang dibutuhkan.
  • Mampu menentukan jenis tindakan tanggap darurat.

III. Pengawasan kelangsungan pengoperasian IPAL

  • Mampu mengawasi persiapan bahan, unit operasi, petugas dan koordinasi dengan bagian lain.
  • Mampu mengawasi kelangsungan operasi sesuai rencana pengoperasian.
  • Mampu mengawasi pelaksanaan tindakan penanggulangan masalah.
  • Mampu mengawasi dan menilai kinerja petugas.

IV. Pelaporam pengoperasian IPAL

  • Mampu menyusun laporan tertulis
  • Mampu mengawasi lalu-lintas dokumen dan informasi

5. Tindakan Tanggap Darurat Pencemaran Air
Berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan seorang MPPA untuk menyusun rencana, mengarahkan pelaksanaan operasi dan mengawasi pelaksanaan dari tindakan yang harus dilakukan saat limbah cair industrinya mencemari.

I. Penyebaran informasi dan komunikasi pihak berkepentingan

  • Mampu membantu proses evakuasi pekerja dan masyarakat sekitar.
  • Mampu menyampaikan informasi dengan jelas kepada penduduk sekitar.
  • Mampu menyampaikan informasi dengan lengkap kepada pihak berwenang.

II. Pengendalian penyebaran pencemar

  • Mampu memahami prosedur standar tanggap darurat
  • Mampu mengenali sumber pencemaran.
  • Mampu mengenali tindakan yang harus dilakukan untuk mengendalikan penyebaran pencemar di badan air.
  • Mampu menentukan jenis tindakan tanggap darurat.

Sandar kompetensi MPPA ini menjadi dasar penentuan jenis dan lingkup bidang pengetahuan (need to know criteria) yang harus dikuasai oleh seorang MPPA.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini
Kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>