Standar Kompetensi Penanggungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (EPCM) I

klh benefita

PENILAIAN POTENSI PENCEMARAN UDARA DARI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

Unit ini berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan tentang Dasar Pengelolaan Kualitas Udara, Peraturan Pengendalian Pencemaran Emisi Udara dari sumber tidak bergerak dan Udara Ambien, serta Penilaian Potensi Pencemaran Udara.

  1. Pengetahuan dasar pengelolaan kualitas udara, mekanisme terjadinya pencemaran udara, dan dampak pencemaran udara.

    Mampu menjelaskan mengenai dasar pengelolaan kualitas udara, mekanisme terjadinya pencemaran udara dan dampak pencemaran udara, kepada pihak manajemen dan kepada tim kerja pengendali pencemar udara serta pihak terkait.

    • memahami definisi tentang pencemaran;
    • mengetahui jenis pencemar udara;
    • mengetahui morfologi sumber (titik, garis dan area);
    • memahami sumber emisi udara tidak bergerak dan sumber emisi fugitives;
    • memahami keterkaitan antara emisi udara dari sumbernya dengan status kualitas udara;
    • mengetahui sistem pengelolaan kualitas udara;
    • mengetahui pengaruh meteorologi, kecepatan angin dan stabilitas;
    • mengetahui pengaruh reaksi kimia (smog fotokimia, hujan asam, perubahan iklim);
    • mengetahui dampak pencemaran udara terhadap kesehatan;
    • mengetahui dampak pencemaran udara terhadap lingkungan dan ekosistem;
    • mengetahui dampak pencemaran udara terhadap material;
    • mengetahui dampak pencemaran udara terhadap lingkungan global (perubahan iklim).

     

  2. Peraturan tentang pengendalian pencemaran udara dari sumber emisi tidak bergerak dan ambien.

    Mampu menjelaskan mengenai peraturan pengendalian pencemaran udara, kepada pihak manajemen dan kepadatim kerja pengendali pencemar udara serta pihak terkait

    • memahami ketentuan UU Nomor 32 tahun 2009 yang terkait dengan peran pihak penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

      Catatan:

      Kewajiban usaha dan/atau kegiatan: upaya pencegahan, penanggulangan, upaya pemulihan, kewajiban menyampaikan informasi, kewajiban pelaporan

    • memahami pokok isi dokumen lingkungan terkait pengendalian pencemaran udara: AMDAL, UKL/UPL;
    • memahami PP Nomor 41 Tahun 1999 dan peraturan teknis pelaksanaanya yang terkait dengan pengendalian pencemaran udara di pihak penanggung jawab usaha dan atau kegiatan.

      Catatan:

      1. PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Baku Mutu Udara Ambien);
      2. Kep.13/MENLH/3/1995, Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (Besi dan Baja, Pulp dan Kertas, Semen, Kegiatan Lain);
      3. Kep-03 /Bapedal/09/1995 Tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (Baku Mutu Emisi Insinerator);
      4. KEPMENLH No. 133 Tahun 2004, tentang Baku Mutu Emisi Bagi Kegiatan Industri Pupuk;
      5. PERMENLH No. 07 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Ketel Uap;
      6. PERMENLH No. 17 Tahun 2008 Tentang baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Keramik;
      7. PERMENLH No. 18 Tahun 2008 Tentang baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Carbon Black;
      8. KepDal 205/1996 tentang petunjuk teknis pengendalian pencemaran udara sumber tidak bergerak.

       

    • memahami peraturan perundangan lingkungan hidup di daerah yang terkait dengan Pengendalian Pencemaran Udara.

     

  3. Penilaian potensi / parameter pencemaran udara

    Mampu menilai potensi pencemaran udara yang diakibatkan dari sumber emisi tidak bergerak

    • mampu mengidentifikasi sumber emisi / kegiatan yang berpotensi mengeluarkan emisi pencemar udara;
    • memahami jenis emisi, metode estimasi emisi, faktor emisi, pengendalian emisi;
    • mengetahui akses informasi tentang faktor alamiah yang berpengaruh, yaitu arah dan kecepatan angin, temperatur udara, stabilitas atmosfer;
    • melakukan inventarisasi data teknis yang berpengaruh yaitu tinggi cerobong, diameter, kecepatan gas, temperatur gas;
    • mengetahui model perhitungan difusi dan dispersi emisi dan asumsiasumsi yang digunakan;
    • mengetahui data dan informasi yang diperlukan untuk prediksi sebaran difusi dan dispersi emisi;
    • memahami hasil perhitungan estimasi konsentrasi pencemar udara;
    • mengevaluasi hasil prediksi dibandingkan dengan baku mutu udara ambien.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini
Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>