Standar Kompetensi Penanggungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (EPCM) II

klh benefita

PERENCANAAN DAN KOORDINASI PELAKSANAAN KEGIATAN PEMANTAUAN EMISI UDARA DARI SUMBER TIDAK BERGERAK DAN UDARA AMBIEN.

Unit ini berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menyusun perencanaan dan melakukan koordinasi pemantauan emisi udara dari sumber tidak bergerak dan udara ambien dan penggunaan data meteorologi yang diperlukan, serta mengevaluasi data.

  1. Perencanaan pemantauan udara ambien dan emisi cerobong

    Mampu menyusun dokumen perencanaan untuk pemantauan udara ambien dan emisi cerobong tersusun.

    • mampu menentukan komponen pelaksanaan pemantauan udara ambien, yaitu jenis parameter, metode pengukuran lama pengukuran dan tujuan pengukuran udara ambien, pedoman penentuan lokasi pemantauan;
    • mengetahui teknik sampling udara ambien meliputi : susunan peralatan untuk sampling udara ambien. Teknik sampling gas dengan metode adsorpsi dan absorpsi, Teknik pengukuran TSP, PM10,PM 2.5 dan dustfall, Metode pengukuran NOx dan SO2 dan CO
    • mengetahui data pemantauan parameter meteorology dan penggunaannya untuk evaluasi kualitas udara ambien termasuk : peralatan yang digunakan dan teknik pengukurannya untuk parameter
    • temperatur, tekanan, kelembaban, kecepatan dan arah angin serta radiasi matahari);
    • mengetahui persyaratan cerobong lubang sampling dan titik lintas (traverse point) yaitu persyaratan fisik cerobong, penentuan lokasi lubang sampling , jumlah lubang sampling , diameter dan persyaratan lainnya, penentuan titik lintasan dan menghitung , jaraknya masing–masing dari dinding cerobong;
    • mengetahui prinsip pengukuran dan parameter yang diukur dalam pemantauan yaitu peralatan dan teknik pengukuran dan metode perhitungannya untuk masing-masing parameter temperatur, tekanan, kecepatan, komposisi, kadar air, berat molekul , berat jenis;
    • mengetahui syarat dan cara perhitungan konsentrasi, yaitu satuan %, ppm, mg/m3, konversi satuan pada kondisi standar 25 C, 1 atm, dan pada kondisi konsentrasi O2 tertentu;
    • mengetahui teknik pengukuran debu, meliputi teknik sampling isokinetik, pengaruh sampling non isokinetik terhadap hasil pengukuran, susunan peralatan untuk sampling debu;
    • mengetahui teknik pengukuran SO2 dan NO2 meliputi metode, teknik sampling , susunan peralatan untuk parameter SO2 dan NO2;
    • memahami tatacara pengukuran parameter swapantau.

     

  2. Pelaksanaan pemantauan, pelaporan dan valuasi

    Mampu membuat dokumentasi pelaksanaan pemantauan termasuk pelaporan dan evaluasinya.

    • memahami pelaksanaan pemantauan secara manual;
    • memahami sistem pemantauan otomatis dan mampu menganalisis data, antara lain Continuous Emission Monitoring (CEM);
    • mampu menyusun pelaporan sesuai peraturan/persyaratan dokumen lingkungan, serta membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu;
    • mampu mengevaluasi data pemantauan udara dan korelasinya dengan penilaian potensi dampak pencemaran udara dan pelaksanaan kegiatan operasional.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini
Sebelumnya   Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>