Surat Edaran NO: S.82/UPLB3/PPLB3/PSLB.3/3/2016 Untuk Melaksanakan PERMEN LHK Nomor P.56/2015 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 Dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Surat Edaran MENLH

Sehubungan telah ditetapkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.56/Menlhk-Setjen/2015 tentang: “TATA CARA dan PERSYARATAN TEKNIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA dan BERACUN dari FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN”.

Untuk mendownload Surat Edaran NO: S.82/UPLB3/PPLB3/PSLB.3/3/2016 Untuk Melaksanakan PERMEN LHK Nomor P.56/2015 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 Dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (KLIK DISINI)

Secara umum PERMEN LH ini berisi tentang memberi arahan alternatif pengolahan limbah B3 secara thermal dengan beberapa teknis sebagai berikut:

    1. Sterilisasi/autoclave
    2. Irriadiasi frekuensi
    3. Gelombang micro
    4. Inserasi/incinerator

Draf PERMEN LHK Nomor: 56 Tahun 2015 tentang: TATA CARA DAN PERSYARATAN TEKNIS PENGELOLAAN LIMBAH B3 DARI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN dapat di download DISINI

Untuk mendukung palaksanaan peraturan tersebut pada tanggal 24 Maret 2016 Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun Sayid Muhadhar mengeluarkan surat edaran NO: S.82/UPLB3/PPLB3/PSLB.3/3/2016 tentang: “PERSYARATAN TEKNIS INSINERATOR FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN”.

Untuk lebih jelasnya isi keseluruhan surat edaran tersebut, yaitu:

    1. Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan incinerator yang dimasukkan dalam e-katalog (e-purchasing) wajib merujuk pada PERMEN LHK Nomor P.56/2015
    2. Spesifikasi incinerator yang terdapat dalam e-katalog pada https//:e-katalog.lkpp.go.id agar diubah sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana ketentuan pasal 22 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.56/Menlhk-Setjen/2015, yang meliputi:
      • Efisiensi pembakaran sekurang-kurangnya 99,95%
      • Temperatur pada ruang bakar pertama sekurang-kurangnya 800°C
      • Temperature pada ruang bakar kedua paling rendah 1.00°C dengan waktu tinggal paling singkat 2 (dua) detik
      • Memiliki alat pengendalian pencemaran udara yang dapat menangkap gas dari partikulat
      • Ketinggian cerobong paling rendah 14m terhitung dari permukaan tanah
      • Memiliki cerobong yang dilengkapi dengan:
        • Lubang pengambilan contoh uji emisi yang memenuhi kaidah 8De/2De
        • Fasilitas pendukung untuk pengambilan contoh uji emisi antara lain berupa tangga dan platform pengambilan contoh uji yang dilengkapi pengaman.

Surat edaran ini selain ditujukan ke pada bagian dinas terkait juga diteruskan ke:

    1. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Sebagai laporan)
    2. Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementrian Kesehatan
    3. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementrian Kesehatan

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. BENEFITA INDONESIA PROVIDER TRAINING ENVIRONMENT TERBESAR & TERLENGKAP Se-INDONESIA (Since 1 April 1998)

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>