Timbal di Indonesia dalam Cat Enamel Rumah Tangga I

timbal

Timbal (Pb) atau timah hitam adalah logam beracun yang dapat terkandung dalam cat jika produsen sengaja menambahkan satu atau lebih senyawa timbal ke dalam cat. Senyawa timbal yang paling umum digunakan dalam cat berupa pigmen yang memberi warna pada cat meliputi: timbal kromat, timbal oksida, timbal molibdat, dan timbal sulfat. Senyawa-senyawa tersebut berguna memberi warna cerah seperti kuning, merah dan hijau serta juga dapat digunakan sebagai agen pengering dan katalis pada cat berdasar minyak, agar cat lebih cepat kering dan tersebar merata. Agen anti-korosi berdasar timbal kadang digunakan dalam cat yang berfungsi menghambat perkaratan pada permukaan logam, dengan umumnya berupa timbal tetroksida yang kadang disebut timbal merah atau minium. Senyawa penghambat korosi bebas timbal pun bisa didapatkan.

Produsen cat yang saat ini masih menggunakan bahan bertimbal dalam cat dapat mengganti formulanya dengan hanya sedikit (jika ada) pengaruh pada karakteristik atau harga cat. Tidak ada alasan kuat bagi produsen cat untuk terus memproduksi cat dengan bahan bertimbal, terutama jika mengingat bahwa ancaman bagi kesehatan anak yang terkait dengan cat timbal amat serius dan telah banyak didokumentasikan.

Jika produsen tidak menambahkan senyawa timbal secara sengaja dalam formula catnya, kandungan timbal dalam cat akan sangat rendah – hampir selalu kurang dari 90 bagian per juta (parts per million/ppm) dari total berat kering, dan seringkali lebih rendah lagi. Jika produsen cat seksama dalam memilih bahan-bahan yang tidak mengandung timbal sebagai unsur pengotor, kandungan timbal dalam cat kerap kali dapat mencapai 10 bagian per juta atau kurang.

Lembaga-lembaga kesehatan dunia meyakini bahwa tidak ada batas aman untuk paparan timbal, namun 90 ppm adalah standar terkini untuk cat rumah tangga di Amerika Serikat dan Kanada, dan menjamin bahwa produsen dapat menjual produk catnya di mana saja di seluruh dunia.

Pada hampir seluruh penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini, cat berdasar air (kadang disebut cat lateks atau akrilik) tidak mengandung timbal. Di sisi lain, di kebanyakan negara berkembang atau negara transisi di mana pengujian kadar timbal dalam cat belum lama ini dilakukan, banyak di antara cat berdasar minyak (umumnya dipasarkan sebagai cat enamel) memiliki kadar timbal tinggi.

Senyawa timbal dalam cat

Cat dekoratif (digunakan pada rumah, sekolah dan bangunan komersial) berdasar timbal sudah lebih dari tigapuluh tahun tak digunakan di hampir seluruh negara maju karena alasan toksisitas. Beberapa cat dan pelapis berdasar timbal masih digunakan untuk keperluan industri khusus, tapi penggunaan khusus itupun berangsur dihentikan. Produsen cat dan pelapis terbesar di dunia, AkzoNobel, tahun lalu mengumumkan penghentian penggunaan pigmen timbal pada seluruh produksi cat dan pelapis industrinya.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini
Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>