Timbal di Indonesia dalam Cat Enamel Rumah Tangga II

timbal

Senyawa timbal kadang digunakan dalam cat sebagai:

  • Pigmen untuk memberi warna dan kecerahan yang diinginkan, untuk meningkatkan daya tutup, untuk melindungi lapisan bawah dari dampak buruk cahaya ultraviolet, dan untuk meningkatkan ketahanan cat terhadap cuaca.
  • Pengering (terkadang disebut “katalis pengering”) pada cat minyak dapat mempercepat polimerisasi film dan membuat cat kering lebih cepat dan rata.
  • Agen antikorosi, digunakan pada cat dasar logam untuk mencegah karat atau korosi.

Timbal juga kadang-kadang secara tak sengaja hadir sebagai pengotor dalam bahan-bahan cat yang lain, misalnya pada resin alami, filler dan binder.

Pertumbuhan pasar cat Indonesia termasuk paling pesat di dunia, antara lain sebesar 10% dari 2011 hingga 2012 setelah sebelumnya meningkat 8% per tahun antara 2006 dan 2011. Potensi peningkatan di tahun-tahun mendatang masih tinggi, dikarenakan besarnya populasi dan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Selama tahun 2012-2013, BaliFokus membeli 78 kaleng cat dekoratif enamel dan mengujikan kadar timbal di dalamnya. Ini merupakan studi skala besar pertama terhadap kadar timbal dalam cat baru yang dijual di toko-toko di Indonesia. Cat dalam studi ini diperuntukkan bagi penggunaan di rumah atau lokasi lain di mana anak kecil umum berada. Cat bertimbal dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan setelah lapisan cat lapuk atau terkikis karena penggunaan atau jika sengaja dikikis untuk pengecatan kembali.

Paparan pada anak usia dini

Anak-anak berisiko lebih tinggi menderita dampak cat bertimbal. Paparan timbal umumnya terjadi lama setelah cat bertimbal mengering pada kusen, pagar atau permukaan lain yang dicat. Dengan perilaku umum anak kecil yang kerap memasukkan tangan ke mulut, sehingga debu atau tanah yang tercemar timbal masuk ke pencernaan. Anak lebih mudah menyerap timbal yang tercerna daripada orang dewasa, dan sistem saraf yang masih berkembang pada anak-anak juga amat rawan terpengaruh dampak paparan timbal.

Seperti yang dikatakan oleh World Health Organization (WHO) bahwa:

“Anak lebih rentan terhadap efek timbal pada saraf otak, dan paparan dosis rendah sekalipun dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak yang serius dan, dalam beberapa kasus, permanen.”

Paparan timbal lebih berbahaya bagi anak daripada bagi orang dewasa. Dampak kesehat-annya tak bisa dipulihkan dan dapat berpengaruh seumur hidup. Makin dini anak terpapar timbal, makin besar bahayanya. Janin manusia paling rentan terhadap bahaya timbal. Ibu hamil dapat mentransfer timbal yang terakumulasi dalam tubuhnya pada anak yang dikandung, sehingga timbal meracuni lebih dari satu generasi dan bukan hanya satu orang yang terpapar langsung.

Dewasa ini, sekitar 15 juta anak Indonesia pada usia 0-6 tahun berpartisipasi dalam program pendidikan anak usia dini di fasilitas-fasilitas yang umumnya dicat dalam warna cerah seperti merah dan kuning (warna cat dengan kemungkinan terbesar mengandung timbal dengan konsentrasi tinggi). Jumlah anak dalam program-program tersebut diperkirakan meningkat pesat dalam tahun-tahun mendatang. Kita mengambil risiko terjadinya kerusakan serius terhadap sumber daya paling berharga bagi keluarga dan negara kita yaitu anak-anak. Jika kita tak segera bertindak mengatasi masalah timbal dalam cat di Indonesia.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini
Sebelumnya   Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>