Timbal di Indonesia dalam Cat Enamel Rumah Tangga III

timbal

Secara biologis, anak lebih rentan terhadap timbal daripada orang dewasa karena:

  • Menghambat perkembangan otak anak sedang tumbuh yang terdiferensiasi dengan sangat pesat. Kerusakan otak akibat paparan kronis timbal dengan dosis rendah pada usia dini tak bisa pulih.
  • Paparan timbal di usia dini dapat memprogram ulang gen, menyebabkan perubahan ekspresi gen yang terkait dengan peningkatan risiko terkena penyakit dikemudian hari.
  • Tingkat penyerapan timbal lewat pencernaan lebih tinggi pada anak. Tubuh anak menyerap lebih dari 50% timbal yang tertelan, sementara pada orang dewasa hanya 10%. Wanita hamil dapat menyerap lebih banyak timbal lewat pencernaan daripada orang dewasa lain. Anak yang kurang gizi juga dapat menyerap lebih banyak timbal melalui saluran pencernaan.

Bukti penurunan kecerdasan akibat paparan timbal mendorong World Health Organization (WHO) untuk menggolongkan “keterbelakangan mental yang disebabkan timbal” sebagai penyakit yang diakui. WHO juga menempatkannya sebagai salah satu dari sepuluh penyakit teratas dengan beban kesehatan pada anak yang disebabkan faktor lingkungan yang dapat diubah.

Dewasa ini, para peneliti medis telah mencatat efek buruk paparan timbal terhadap anak pada kadar yang semakin rendah. Seiring penemuan tersebut, U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan pihak berwajib lainnya menyimpulkan bahwa tidak ada tingkat paparan timbal yang diketahui aman bagi anak-anak.

Hasil Penelitian

Kebanyakan dari sampel cat yang dijual di Indonesia tidak diizinkan untuk dijual di Amerika Serikat atau negara maju lainnya karena lebih dari sepertiga sampel dapat digolongkan sangat berbahaya. Lebih dari setengah merek yang diuji (25 dari 43), terdapat satu sampel memiliki kadar timbal pada tingkat sangat berbahaya yaitu 10.000 ppm atau lebih. Kadar timbal paling berbahaya banyak terdapat pada cat warna kuning dan oranye.

Dari semua sampel tang diuji setidaknya terdapat merek cat buatan indonesiadengan kandungan timbal dibawah 90 ppm, ini menandakan bahwa produksi cat tampa timbal di Indonesia dapat diterapkan, namun dibutuhkan perubahan pada perusahaanya.Hampir seperempat dari cat yang dianalisa memiliki kadar timbal di bawah 90 ppm dan mayoritas diproduksi oleh perusahaan Indonesia. Ini menandakan bahwa teknologi dan pigmen bebas timbal telah tersedia di Indonesia dengan harga terjangkau dan masuk akal untuk diimplementasikan.

Oleh karena itu BaliFokus merekomendasikan:

  • Kepada pemerintah dan badan-badan lain yang terkait agar membatasi t timbal dalam cat yang diperjualbelikan atau diproduksi di indonesia paling tinggi 90 ppm total berat kering. Kaleng cat diwajibkan mencantumkan peringatan bagi pengguna akan bahaya debu atau lainnya yang mengandung timbal yang timbul jika permukaan cat sudah kering lapuk atau dikikis untuk pengecatan ulang.
  • Kepada sektor swasta agar beralih ke bahan cat alternatif bebas timbal yang lebih aman. Bahan-bahan pengganti telah tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau.
  • Kepada konsumen baik pribadi maupun lembaga: Agar memilih membeli cat bebas timbal demi melindungi kesehatan anak-anak dan semua anggota keluarga kita.
  • Kepada seluruh pemangku kepentingan: Agar bekerjasama mengadakan sebuah sistem sertifikasi oleh pihak ketiga yang dapat dipercaya atas timbal dalam cat untuk menjamin cat yang dijual di pasaran memenuhi batas 90 ppm yang dapat diterima.

Download jadwal training PT Benefita tahun 2015 Disini. Download brosur training dan peraturan-peraturan terbaru tentang Lingkungan hidup Disini

Kembali   Sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>